Delegasi Universitas Pakuan dan Universitas Paramadina Mengaku Jadi Korban Dugaan Kekerasan dalam Rangkaian Munas BEM SI Kerakyatan, Laporan Resmi Dilayangkan ke Polda Jambi
JAMBI – Delegasi dari Universitas Pakuan dan Universitas Paramadina mengaku menjadi korban dugaan kekerasan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) BEM SI Kerakyatan yang berlangsung di Jambi pada Selasa (29/7/2026) dini hari. Peristiwa tersebut disebut terjadi saat forum nonformal koordinasi Badan Sinergi Jawa Barat, Jakarta, dan Banten (BSJB) yang dihadiri delapan kampus.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak delegasi, forum yang dimulai sekitar pukul 02.30 WIB awalnya berlangsung tertib dan kondusif. Namun sekitar pukul 03.45 WIB, sejumlah pihak yang disebut berada di luar kepengurusan kelembagaan memasuki ruangan forum. Kehadiran mereka disebut mengganggu jalannya diskusi dan memicu meningkatnya ketegangan di dalam forum.
Dalam keterangannya, pihak delegasi menyebut situasi mulai memanas setelah salah seorang dari pihak yang datang menyampaikan pernyataan, “Kalau akhirnya tidak suka dengan salah satu pihak, gentleman saja, blak-blakan.” Meski saat itu belum terjadi kontak fisik, suasana forum disebut semakin tegang. Tidak lama kemudian, dua orang yang disebut bernama Fadly dan Raul, yang diklaim merupakan mahasiswa UPN Veteran Jakarta, keluar dari ruangan. Selanjutnya, seorang lainnya kembali masuk ke forum dan mempertanyakan keberadaan beberapa peserta dengan menyebut nama perwakilan dari Universitas Paramadina dan Universitas Pakuan.
Pihak delegasi mengklaim bahwa Carlo dari Universitas Pakuan, Adjie dari Universitas Paramadina, serta seorang peserta lainnya kemudian keluar dari ruangan. Di depan kamar, sekitar pukul 04.30 WIB, mereka mengaku mendapati sekitar sepuluh orang telah berkumpul bersama Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Ikram. Dalam keterangannya, pihak delegasi menduga situasi tersebut disertai ujaran yang dinilai memprovokasi hingga berujung pada dugaan tindakan kekerasan.
Setelah insiden tersebut, Carlo dan Adjie disebut segera diamankan guna menghindari eskalasi lebih lanjut. Sejumlah peserta lain, yakni David, Suaib, Rapoy, dan Rizky, disebut turut membantu melerai situasi hingga kondisi kembali kondusif. Seluruh anggota aliansi wilayah BSJB kemudian dikumpulkan dalam satu ruangan untuk melakukan evaluasi atas kejadian tersebut.
Pihak delegasi juga menyampaikan bahwa selain mengalami tekanan psikologis, Carlo diduga mengalami luka fisik di bagian samping belakang telinga hingga mengeluarkan darah. Korban kemudian menjalani pemeriksaan medis untuk keperluan Visum et Repertum.
Atas peristiwa tersebut, pihak yang mengaku sebagai korban menyatakan telah mengajukan pengaduan resmi ke Polda Jambi terkait dugaan tindak kekerasan dan penganiayaan. Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan maupun pihak lain yang disebut dalam kronologi tersebut mengenai insiden yang dilaporkan.